Sabtu, 12 Februari 2011

Kemandirian

Kemandirian, satu kata yang diidentikkan dengan kedewasaan seseorang. Sering kali kita melihat, baik dalam keluarga, lingkungan kerja dan pergaulan, berbagai watak dan perilaku manusia. Dari sana kita bisa memilah siapa saja yang memiliki kemandirian yang lebih. Bahkan tidak bisa dipungkiri,kemandirian yang terbentuk dalam diri juga dipengaruhi oleh pengaruh orang lain. Bila melihat seseorang yang mandiri, cenderung untuk mengagumi dan mengambil pelajaran darinya. Bila melihat seseorang yang kerdil jiwanya, cenderung untuk dijauhkan dari contoh kehidupan.


Berikut ini ada beberapa item yang perlu dibahas, diantaranya:
1. Tingkat kemandirian
2. Bagaimana kemandirian bisa terbentuk
3. Contoh figure dalam kemandirian


Tingkat kemandirian


Seberapa tinggi tingkat kemandirian seseorang?
Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena memang sifat mandiri ini tidak ada batasnya. Bagi kalangan tertentu, seseorang bisa dikatakan mandiri, tetapi kalangan lain mengatakan masih manja dan kekanak-kanakan. Akan tetapi secara general, sifat ini dapat dilihat secara visual. Sebagai contoh, dua orang karyawan yang diberi beban pekerjaan yang sama dan responsibility yang sama.  Tetapi seorang karyawan bisa menyelesaikan dengan sedikit bertanya dan sedikit dalam merepotkan orang lain. Karena dia selalu berusaha terlebih dahulu mencari referensi dan petunjuk dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bila kesulitannya benar-benar sulit diatasi, barulah dia bertanya dan meminta bantuan orang yang capable untuk menyelesaikannya. Sebaliknya, seorang karyawan lagi, dia pun mampu menyelesaikannya. Namun dalam prosesnya, dia sangat tergantung dengan orang lain, sehingga belumlah berusaha, sudah bertanya dan meminta bantuan orang lain. Padahal semua yang dia tanyakan ada dalam referensinya.
Banyak kasus-kasus lain semisalnya yang terjadi di sekitar kita. Lalu bagaimanakah tingkat kemandirian kita? atau lebih tepatnya secara general,termasuk orang yang mandiri atau tidak?
Yang bisa menilai adalah orang terdekat kita. Namun kalau boleh jujur, kita pun bisa menilai diri sendiri, apakah lebih banyak merengek saat datang masalah atau tidak.
Apakah orang yang berkeluarga lebih mandiri dan dewasa dari yang belum menikah?
Opss, belum tentu, bahkan ada yang sudah lama berumah tangga dan punya anak belum terbentuk kemandirian dalam dirinya. Bisa jadi yang single lebih mandiri dari yang menikah, yang sering kita dengar istilah mekar sebelum berkembang


Bagaimana kemandirian bisa terbentuk


Ya, semua sifat-sifat yang baik,membutuhkan suatu usaha ataupun cara mendapatkannya. Manusia yang berkualitas sesungguhnya manusia yang di dalam dirinya berkumpul sifat-sifat yang baik, salah satunya kemandirian. Kemandirian terbentuk secara umum dalam dua proses,
proses latihan dan proses alamiah.


Proses Latihan


Setiap orang tua menginginkan anaknya memiliki kemandirian, karena mau tidak mau, senang atau tidak, suatu saat sang anak akan memilih jalan hidupnya, dan orang tua akan melepaskan dari timangannya. Banyak hal yang bisa dibuat oleh orang tua untuk mendidik kemandirian anaknya. Dari mengenalkan anak kepada dunia luar (pertemanan di luar rumah),mengantar ke sekolah,hingga perlahan tapi pasti,melepaskan anaknya ke sekolah tanpa harus didampingi.
Begitupun program pendidikan, dari sistem TK,SD,SLTP,SMU hingga perguruan tinggi,merupakan pendidikan yang secara bertahap menanamkan kemandirian pada anak-anak pelajar. Dari pendampingan total dalam belajar,hingga sedikit demi sedikit pendampingan dalam belajar dikurangi. 
Di sinilah jiwa kemandirian sang anak kian terpupuk. Proses latihan ini memang dapat membentuk kemandirian sang anak, tetapi mungkin hanya sampai batas tertentu saja. 
Yang lebih dominan adalah proses alamiah, dimana proses ini selalu mengiringi,baik sejak dalam lingkungan keluarga,sekolah,pekerjaan,hingga seterusnya.


Proses alamiah

Banyak faktor secara alamiah yang membentuk kepribadian seseorang. Dalam lingkungan keluarga misalnya, kurangnya perhatian orang tua dikarenakan keduanya sibuk dalam berkarir, sehingga anak cenderung untuk melakukan segala sesuatu dengan sendiri,walaupun terkadang memberi dampak buruk pada anak karena kurangnya perhatian. Atau keluarga yang hidup sederhana, sehingga anak yang dalam usia belia seharusnya bermain layaknya anak-anak, namun karena keterbatasan finansial, maka sang anak meninggalkan permainannya. Dan tidak sedikit anak-anak yang relatif kecil diikut sertakan orang tuanya mencari nafkah.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, anak yang tumbuh menjadi orang dewasa ini akan menjalani kehidupan nyata. Survive, itulah yang harus dijadikan pedoman sekarang. Dulu, bila butuh sesuatu, tinggal minta kepada orang tua ataupun saudara. Sekarang, segala kebutuhannya harus diselesaikan sendiri. Tentunya tidak sama jalan hidup setiap orang. Ada yang sederhana,berkecukupan,kekurangan dan kelebihan. Masalah-masalah dalam kehidupan itulah yang secara alamiah membentuk kemandirian seseorang, baik si miskin, kaya, pegawai, pengangguran, laki-laki ataupun wanita.

Tidak semua orang mampu mengambil pelajaran dalam masalah hidupnya. Sebagian malah beputus asa. Menyerah,satu kata yang tidak sepatutnya ada dalam kamus kehidupan, dan memang kata itu tidak pernah ada dalam kamus orang - orang yang survive





Contoh/figure kemandirian

Siapa saja contoh orang - orang yang memiliki kemandirian yang baik?
Tentunya, kalau secara ideal adalah Rasulullah s..a.w. dan para sahabtnya r.a.Rasulullah s.a.w sejak dalam kandungan sudah ditinggal bapaknya, Abdullah bin Abdul Muthallib. Lahir ke dunia,masih dalam usia belia, Ibunya meninggal sepulang ziarah dari makam ayahnya.
Selama yatim piatu, Rasulullah diasuh kakeknya Abdul Muthallib. Usia 6 tahun, kakeknya meninggal dunia.
Bukan hal yang mudah bagi seorang anak menjalani hidup seperti itu, karena sudah ditarbiyah menjadi anak yatim piatu dan juga ditinggal oleh kakek kesayangannya.
Dan memang saat masa tersebut, Allah telah mencabut sifat kekanak-kanakan dalam diri Rasulullah s.a.w. Beliau menjalani masa muda dengan menggembala kambing dan membantu pamannya Abu Thalib berdagang. Tidak pernah merengek, mengeluh dan menjadi beban bagi orang lain. Bahkan dalam diri beliau telah tumbuh sifat-sifat yang menyenangkan bagi orang lain.


Masih banyak yang bisa dijadikan contoh, kehidupan orang-orang disekitar kita. Bagi penulis, orang tua merupakan contoh yang paling dekat yang bisa langsung diamati dan diteladani dalam hal kemandirian.
Mendengar sejarah mereka, dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan mereka,sudah lebih dari cukup untuk dijadikan bahan renungan, betapa mereka gigih dalam menjalani hidup ini. Kesusahan demi kesusahan tak membuat mereka mengeluh untuk membesarkan anak-anaknya.


Sekarang kita dapat menilai, sejauh mana kemandirian telah tertanam dalam diri.


Note: Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, tetapi mandiri merupakan sifat yang dapat menempatkan diri sebagai makhluk sosial yang mampu menempatkan orang lain sesuai pada tempatnya.


By Sa'ban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar