Selasa, 20 Maret 2012

Dunia Piping di Oil and Gas

Dalam suatu Perancangan refinery plant, petrochemical ataupun LNG plant, tentunya melibatkan disiplin ilmu yang complex. Dan dari keterlibatan tersebut, masing - masing memiliki peranan yang penting, baik sebagai main player ataupun sebagai supporting. Walaupun prosentase keterlibatan dalam project tidak sama, namun bukan berarti meng - ignore disiplin ilmu yang sedikit perannya dalam project tersebut. Team Player, itulah yang dibutuhkan saat suatu project besar yang complex sedang didirikan. Tanpa itu, project akan mengalami masalah, yang berakibat pada keterlambatan jadwal penyelesaian project, kualitas pekerjaan, miss komunikasi dan sebagainya.


Dari sekian banyak disiplin yang terlibat, disiplin piping merupakan salah satu bagian yang penting dalam perancangan satu plant project. Boleh dikatakan, prosentase piping scope antara 30 - 40 % dari total pengerjaan. Volume pekerjaan dapat dilihat dari main deliverable nya, dan dapat berkurang (dirampingkan) atau bahkan bertambah seiring dengan requirement baru saat project sedang berjalan.

Piping engineering memiliki scope yang cukup luas, dari mengenerate plot plan, piping layout/arrangement, menganalisa stress dan flexibility pipa,dan menentukan material.
Umumnya, piping engineering terbagi menjadi empat bagian,
1. Desain layout
2. Piping stress analysis
3. Material
4. 3D Modeling


Desain Layout

Berawal dari P&ID (Process& Instrument Diagram) dan PFD (Process Flow Diagram),maka Plot Plan dan Piping layout dapat didevelop. 
Plot Plan merupakan bagian penting dalam proses desain plant. Dari plot plan,dapat ditentukan posisi peletakan equipment, infrastruktur pendukung, dan sequence (urutan) kemudahan saat konstruksi dan maintenance. Pembuatan plot plan tergantung kepada availability space, kondisi tanah dan iklim, maintenace,safety, dan client philosophy dalam operasi plantnya. Dengan requirement ini, walaupun dua plant secara similar dibuat namun berbeda clientnya,maka hasil akan berbeda.
Informasi yang harus dituangkan dalam sebuah plot plan:
1.  Lokasi berbagai equipment proses dan beberapa fasilitas pendukung.
2. Operator dan maintenance akses
3. Constructibility (kemudahan saat konstruksi)
4. Proses operasi (requirement dari proses operasi filosofi)
5. Safety
6. Cost-effective design


Siapa saja yang membutuhkan informasi dari Plot Plan?
Piping engineering : Plot Plan digunakan untuk bahan study merouting pipa dari equipment ke equipment, baik untuk main proses maupun sistem utility, dan bahan untuk meng-estimasi jumlah material pipa yang dibutuhkan.

Civil Engineering : Plot Plan digunakan untuk mendevelop grading,drainase, struktur dan pondasi, dan semua estimasi penggunaan material.

Electrical Engineering : Plot Plan digunakan untuk mengklasifikasikan area, bahan study untuk merouting kabel, dan estimasi material consumption.

Instrument Engineering : Plot Plan digunakan untuk bahan study mebuat kabel tray, menentukan lokasi main control, dan estimasi material consumption.


Scheduling : Plot Plan digunakan untuk membuat schedule penyelesaian selama engineering activities.


Estimating : Plot Plan digunakan untuk meng-estimasi secara keseluruhan harga pembuatan suatu project plant.


Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa langkah pertama dalam mendesain suatu plant bagi seorang piping engineer adalah mendevelop Plot Plan. Dan ini merupakan salah satu responsibility bagi seorang piping designer.


Piping Layout  merupakan product yang berisi detail desain piping dalam sebuah plant. Dari sanalah diperoleh informasi tentang dimensi pipa, routing dan support arrangement. Tidak mudah mendevelop piping layout. Requirement yang dibutuhkan lebih kompleks dibandingkan dengan plot plan. Dari Internal sendiri, piping layout haruslah sesuai dengan project specification, standard dan code yang ada, safe berdasarkan stress dan fleksibility analisis, space availability dalam pemasangan support, serta memberikan informasi dalam gambar tentang material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi materialnya.
Dari intra discipline, piping layout haruslah terintegrasi dengan proses engineering requirement, civil, electrical,instrument,construction,mechanical,safety dan poject. Bertemu dengan process, maka akan diperoleh data line sizing, insulasi pipa, posisi valve, dan sebagainya. Civil, akan diperoleh informasi tentang availability structure untuk support pipa. Instrument, maka desain pipa haruslah memperhatikan posisi instrument yang dipersyaratkan berdasarkan operability dan maintainable-nya. Construction, desain pipa harus memenuhi persyaratan  kemudahan dalam mengkostruksi, akses alat-alat berat, dan kemudahan saat merelokasi material saat plant selesai dibangun. Safety, desain pipa juga harus memenuhi persyaratan safety, kemudahan akses fire system, quick exit access bagi operator, dan sebagainya.
Ini semua gambaran singkat tentang proses desain layout, requirement dan responsibilitasnya.

Piping Stress Analysis


Piping stress analysis merupakan bagian penting dalam pendesainan suatu plant. Tanpa ini, line - line yang critical akan sulit dipastikan safety desainnya. 
Apa saja software yang mendukung untuk menganalisa stress dan flexibility pada pipa? Diantaranya ada CAEPIPE,AUTOPIPE dan CAESAR.
Dengan software tersebut, kita bisa menganalisa line-line yang critical terhadap stress, displacement,beban support dan evaluasi load pada nozzle equipment.


Apa saja yang diperhatikan dalam memodelkan routing pipa ke dalam piping stress analysis?
1. Properti : Desain/operating pressure/temperature,hydrotest pressure,density fluida,slug force,surge load,water hammer,PSV reaction force.
2. Material : Dimensi (pipa,fitting,flange,valve dan bulk item),material code,size,thickness,insulasi(density&thickness),elbow(short,long radius),support span,tipe support(resting,hold down,guide,stopper,dengan PTFE atau tidak),displacement,spring rate&load,dan spesial input yang tersedia seperti expansion joint,uniform load,wind dan sebagainya.
3. Code : B31.1, B31.3, B31.4, B31.8, dan sebagainya,tergantung scope dari pekerjaan
4. Load case : Sustained, Hot Sustained, Expansion, Operating, Occasional karena angin,gempa, dan sebagainya.


Dari sini kita dapat menganalisa stress pada pipa, fatigue, load support dan movement pipa karena thermal. Di samping itu kita juga dapat menganalisa nozzle load pada equipment yang dihasilkan oleh system pada pipa.
Dari result Stress analysis pipa juga dapat dijadikan bahan untuk mendesign support berdasarkan loadnya.


Material

Material engineer pun memiliki peranan penting dalam meng-eksekusi suatu project. Beberapa responsibilities dari seorang material engineer diantaranya:
1. Men-generate material class specification
     Digunakan sebagai acuan pemilihan material pipa berdasarkan process requirement. Dalam material specification berisi semua material yang dibutuhkan dalam satu plant project. Material pipa, fitting, valve, instrument connection, dll. Material non standard akan dijadikan sebagai special item dan detailnya akan di generate tersendiri dalam data sheetnya.
2. MTO (Material Take Off)

    Digunakan untuk meng-estimasi total material consumption. 
3. Material Data Sheet
    Membuat detail data bulk material dan spesial item sesuai dengan proses linenya untuk referensi vendor dan fabrikator.


3D Model Group


Sebagai kemajuan teknologi untuk desain software, kurun waktu terakhir telah beralih dari 2D drawing (AutoCAD) ke 3D Model. Sofware yang umum digunakan adalah PDS dan PDMS.
Kelebihannya sangat nyata sekali, disamping tampilan 3D nya yang bisa menampakkan desain seperti aktualnya, juga mampu menampilkan material description di setiap item nya. 
3D Model sangat memudahkan bagi penggunanya untuk mereview, dan lebih memberikan imajinasi untuk merouting pipa.

Di area ini, para designer dituntut untuk memahami kaidah atau filosofi dalam mendesain pipa. Beberapa diantaranya:
1. filosofi merouting pipa yang terhubung kepada equipments

2. desain manifold dan branch connection
3. pemasangan fitting dan special items seperti reducer, 5D elbow, 45 degree elbow, strainer dll
4. Instrument device requirement
5. Process filosofi, seperti drain dan vent, blowdown, shutt down, slope, non pocket requirement, dll
6. pipe rack dan sleeper
7. underground pipe
8. hazardous criteria
9. lokasi tie-in , connectionnya dan proses installasinya, apakah di area fabrikasi atau di site area
Di samping itu semua, designer harus memperhatikan hal-hal yang disebutkan dalam design layout requirement.
Dan sebenarnya, 3D model group sudah menjadi satu kesatuan dengan design layout, sehingga seorang designer tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mendesain, tapi juga mengoperate PDS atau PDMS.




InsyaAllah, kalau ada waktu, tulisan berikutnya akan membahas lebih detail tiap-tiap point di atas.


Sa'ban

Sabtu, 12 Februari 2011

Kemandirian

Kemandirian, satu kata yang diidentikkan dengan kedewasaan seseorang. Sering kali kita melihat, baik dalam keluarga, lingkungan kerja dan pergaulan, berbagai watak dan perilaku manusia. Dari sana kita bisa memilah siapa saja yang memiliki kemandirian yang lebih. Bahkan tidak bisa dipungkiri,kemandirian yang terbentuk dalam diri juga dipengaruhi oleh pengaruh orang lain. Bila melihat seseorang yang mandiri, cenderung untuk mengagumi dan mengambil pelajaran darinya. Bila melihat seseorang yang kerdil jiwanya, cenderung untuk dijauhkan dari contoh kehidupan.


Berikut ini ada beberapa item yang perlu dibahas, diantaranya:
1. Tingkat kemandirian
2. Bagaimana kemandirian bisa terbentuk
3. Contoh figure dalam kemandirian


Tingkat kemandirian


Seberapa tinggi tingkat kemandirian seseorang?
Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena memang sifat mandiri ini tidak ada batasnya. Bagi kalangan tertentu, seseorang bisa dikatakan mandiri, tetapi kalangan lain mengatakan masih manja dan kekanak-kanakan. Akan tetapi secara general, sifat ini dapat dilihat secara visual. Sebagai contoh, dua orang karyawan yang diberi beban pekerjaan yang sama dan responsibility yang sama.  Tetapi seorang karyawan bisa menyelesaikan dengan sedikit bertanya dan sedikit dalam merepotkan orang lain. Karena dia selalu berusaha terlebih dahulu mencari referensi dan petunjuk dalam menyelesaikan pekerjaannya. Bila kesulitannya benar-benar sulit diatasi, barulah dia bertanya dan meminta bantuan orang yang capable untuk menyelesaikannya. Sebaliknya, seorang karyawan lagi, dia pun mampu menyelesaikannya. Namun dalam prosesnya, dia sangat tergantung dengan orang lain, sehingga belumlah berusaha, sudah bertanya dan meminta bantuan orang lain. Padahal semua yang dia tanyakan ada dalam referensinya.
Banyak kasus-kasus lain semisalnya yang terjadi di sekitar kita. Lalu bagaimanakah tingkat kemandirian kita? atau lebih tepatnya secara general,termasuk orang yang mandiri atau tidak?
Yang bisa menilai adalah orang terdekat kita. Namun kalau boleh jujur, kita pun bisa menilai diri sendiri, apakah lebih banyak merengek saat datang masalah atau tidak.
Apakah orang yang berkeluarga lebih mandiri dan dewasa dari yang belum menikah?
Opss, belum tentu, bahkan ada yang sudah lama berumah tangga dan punya anak belum terbentuk kemandirian dalam dirinya. Bisa jadi yang single lebih mandiri dari yang menikah, yang sering kita dengar istilah mekar sebelum berkembang


Bagaimana kemandirian bisa terbentuk


Ya, semua sifat-sifat yang baik,membutuhkan suatu usaha ataupun cara mendapatkannya. Manusia yang berkualitas sesungguhnya manusia yang di dalam dirinya berkumpul sifat-sifat yang baik, salah satunya kemandirian. Kemandirian terbentuk secara umum dalam dua proses,
proses latihan dan proses alamiah.


Proses Latihan


Setiap orang tua menginginkan anaknya memiliki kemandirian, karena mau tidak mau, senang atau tidak, suatu saat sang anak akan memilih jalan hidupnya, dan orang tua akan melepaskan dari timangannya. Banyak hal yang bisa dibuat oleh orang tua untuk mendidik kemandirian anaknya. Dari mengenalkan anak kepada dunia luar (pertemanan di luar rumah),mengantar ke sekolah,hingga perlahan tapi pasti,melepaskan anaknya ke sekolah tanpa harus didampingi.
Begitupun program pendidikan, dari sistem TK,SD,SLTP,SMU hingga perguruan tinggi,merupakan pendidikan yang secara bertahap menanamkan kemandirian pada anak-anak pelajar. Dari pendampingan total dalam belajar,hingga sedikit demi sedikit pendampingan dalam belajar dikurangi. 
Di sinilah jiwa kemandirian sang anak kian terpupuk. Proses latihan ini memang dapat membentuk kemandirian sang anak, tetapi mungkin hanya sampai batas tertentu saja. 
Yang lebih dominan adalah proses alamiah, dimana proses ini selalu mengiringi,baik sejak dalam lingkungan keluarga,sekolah,pekerjaan,hingga seterusnya.


Proses alamiah

Banyak faktor secara alamiah yang membentuk kepribadian seseorang. Dalam lingkungan keluarga misalnya, kurangnya perhatian orang tua dikarenakan keduanya sibuk dalam berkarir, sehingga anak cenderung untuk melakukan segala sesuatu dengan sendiri,walaupun terkadang memberi dampak buruk pada anak karena kurangnya perhatian. Atau keluarga yang hidup sederhana, sehingga anak yang dalam usia belia seharusnya bermain layaknya anak-anak, namun karena keterbatasan finansial, maka sang anak meninggalkan permainannya. Dan tidak sedikit anak-anak yang relatif kecil diikut sertakan orang tuanya mencari nafkah.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, anak yang tumbuh menjadi orang dewasa ini akan menjalani kehidupan nyata. Survive, itulah yang harus dijadikan pedoman sekarang. Dulu, bila butuh sesuatu, tinggal minta kepada orang tua ataupun saudara. Sekarang, segala kebutuhannya harus diselesaikan sendiri. Tentunya tidak sama jalan hidup setiap orang. Ada yang sederhana,berkecukupan,kekurangan dan kelebihan. Masalah-masalah dalam kehidupan itulah yang secara alamiah membentuk kemandirian seseorang, baik si miskin, kaya, pegawai, pengangguran, laki-laki ataupun wanita.

Tidak semua orang mampu mengambil pelajaran dalam masalah hidupnya. Sebagian malah beputus asa. Menyerah,satu kata yang tidak sepatutnya ada dalam kamus kehidupan, dan memang kata itu tidak pernah ada dalam kamus orang - orang yang survive





Contoh/figure kemandirian

Siapa saja contoh orang - orang yang memiliki kemandirian yang baik?
Tentunya, kalau secara ideal adalah Rasulullah s..a.w. dan para sahabtnya r.a.Rasulullah s.a.w sejak dalam kandungan sudah ditinggal bapaknya, Abdullah bin Abdul Muthallib. Lahir ke dunia,masih dalam usia belia, Ibunya meninggal sepulang ziarah dari makam ayahnya.
Selama yatim piatu, Rasulullah diasuh kakeknya Abdul Muthallib. Usia 6 tahun, kakeknya meninggal dunia.
Bukan hal yang mudah bagi seorang anak menjalani hidup seperti itu, karena sudah ditarbiyah menjadi anak yatim piatu dan juga ditinggal oleh kakek kesayangannya.
Dan memang saat masa tersebut, Allah telah mencabut sifat kekanak-kanakan dalam diri Rasulullah s.a.w. Beliau menjalani masa muda dengan menggembala kambing dan membantu pamannya Abu Thalib berdagang. Tidak pernah merengek, mengeluh dan menjadi beban bagi orang lain. Bahkan dalam diri beliau telah tumbuh sifat-sifat yang menyenangkan bagi orang lain.


Masih banyak yang bisa dijadikan contoh, kehidupan orang-orang disekitar kita. Bagi penulis, orang tua merupakan contoh yang paling dekat yang bisa langsung diamati dan diteladani dalam hal kemandirian.
Mendengar sejarah mereka, dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan mereka,sudah lebih dari cukup untuk dijadikan bahan renungan, betapa mereka gigih dalam menjalani hidup ini. Kesusahan demi kesusahan tak membuat mereka mengeluh untuk membesarkan anak-anaknya.


Sekarang kita dapat menilai, sejauh mana kemandirian telah tertanam dalam diri.


Note: Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, tetapi mandiri merupakan sifat yang dapat menempatkan diri sebagai makhluk sosial yang mampu menempatkan orang lain sesuai pada tempatnya.


By Sa'ban